Sketsa Polisi: Dibenci Tapi Dirindu
September 15th, 2008 September 15th, 2008 Posted in Uncategorized1 Comment »
Jujur aja, gak ada profesi yang begitu dilematis selain profesi polisi. Di satu sisi profesi polisi itu sebenarnya sangat mulia. Ibaratnya, gak ada polisi, kemacetan lalu lintas semakin parah (meskipun kemacetan memang sudah cukup parah). Ada perampokan, polisilah yang maju bertaruh nyawa. Sungguh aneh bila yang disuruh maju itu hansip atau satpam. Bukannya ketangkap, justru korban jiwa bayarannya.
Namun di sisi lain, polisi dianggap bukanlah profesi yang ‘bersih’. Sejumlah oknum polisi nongkrong di sudut jalan menanti ‘korban’ untuk ditilang. Lalu ujung-ujungnya minta uang. Lalu sejumlah oknum reserse ‘mengorek’ keterangan dari tersangka dengan berbagai ‘cara’. Pukulan, gamparan, tendangan, hingga jepitan ujung kaki meja memuluskan pengakuan (meski belum tentu si tersangka melakukan kesalahan). Cobalah lihat kasus salah tangkap ‘Sengkon dan Karta’, ato yang terbaru kasusnya pengakuan si Ryan ’sang pembantai’.

Kalau mau diurut, mungkin sangat banyak kasus yang melibatkan oknum polisi sebagai ’si hitam’. Padahal menjadi polisi (yang benar tentunya) adalah hal yang sangat mulia. To protect and to serve. Melindungi dan melayani masyarakat. Suatu kalimat yang mudah sekali diucapkan, dan susahnya minta ampun untuk dilaksanakan.
Bagi yang sudah kadung benci dengan profesi ini, ya memang tidak mudah menumbuhkan cinta terhadap polisi. Paling tidak, usaha-usaha keras mengubah citra Kepolisian selama ini jangan pernah sampai putus di tengah jalan. Baiknya kita pun bercermin untuk selalu jujur mengakui setiap prestasi yang mereka raih. Apresiasi yang selayaknya dari masyarakat bisa jadi meningkatkan profesionalisme polisi. Polisi pun tidak boleh berbesar hati hanya gara-gara misalnya dapat meringkus pengedar narkoba. Selama masyarakat masih belum percaya dengan kinerja polisi, selama itu pula pekerjaan rumah korps kepolisian masih banyak.