Sketsa Pialang: Profesi Bikin Jantung Kumat
October 10th, 2008Posted in Uncategorized
No Comments »
Baru kali ini hampir semua pemberitaan di media Indonesia intens membahas soal suspensi perdagangan di BEI (dulunya bernama BEJ). Mulai dari semua kalangan tiba-tiba berubah menjadi analis pasar saham dadakan. Blog-blog dan sejumlah milis mulai menyinggung masalah tersebut. Padahal sebelumnya yang namanya pasar saham dan tetek bengeknya hanya milik sekelompok orang yang memang berkecimpung dan tertarik soal pasar saham atau perekonomian.
Memang lucu kelihatannya masyarakat kita mulai melek saham. Padahal belum tentu mereka paham soal instrumen-instrumen di pasar saham. Coba deh tanyain apa artinya hold, bond, hedge fund, atau yang simpel aja seperti istilah satu lot. Nah, ada satu nama profesi yang tidak akan mungkin bisa dipisahkan dari pasar saham, yaitu pialang.
![]()
Menurut Wikipedia, pialang saham adalah seseorang atau firma yang melakukan transaksi di instrumen finansial di pasar saham seperti agen dari kliennya yang tidak dapat atau tidak ingin berdagang untuk dirinya sendiri. Pialang saham juga kadangkala atau secara khusus berdagang atas keinginannya sendiri, sebagai prinsipal, berspekulasi sebuah saham atau instrumen finansial lain akan bertambah atau berkurang harganya. Dalam hal ini istilah pialang dapat masuk akal dan individu atau firma perdagangan dalam kapasitas prinsipal kadangkala memanggil dirinya pedagang saham atau gampangnya pedagang.
Dari mana mereka mendapatkan untung? Biasanya si pialang saham mendapat untung dari transaksi, baik itu transaksi jual maupun beli. Umumnya mengutip dari berapa persen dari nilai transaksinya. Dengan kata lain, semakin aktif kliennya bertransaksi, semakin banyak krincingan duit yang mengucur ke kantong si pialang. Karena itu, kemampuan si pialang untuk membaca peluang bisa jadi sangat menentukan. Jika menurut si pialang saham A sangat prospektif, maka si pialang bisa merekomendasikan kepada kliennya.
Untuk itu, kredibilitas si pialang bisa jadi tolok ukur keamanan investasi si klien. Kalau si pialang sukanya menawarkan saham ini itu agar supaya terjadi transaksi, ya sudah pasti ketauan kalo si pialang cuma pengen ngejar recehan. Karena itu, gak heran banyak pialang yang langsung pecas ndahe ketika otoritas BEI melakukan suspensi perdagangan mengingat terjadi panic selling yang tidak wajar. Kalo perdagangan saham berhenti ya kan otomatis gak dapat duit donk…
Tertarik jadi pialang? Persiapkan jantung dan mental Anda dengan baik jika memang Anda tertarik ama profesi yang satu ini.
